TKN Nilai Pernyataan Prabowo akan Mundur Bila ada Kecurangan untuk Alibi

Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily usai hadiri acara diskusi media di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).
Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily angkat bicara terkait pernyataan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso bahwa Prabowo akan mundur dalam pencalonya sebagai Presiden bila ditemukan adanya kecurangan.

Menurut Ace, bagaimana mau menyimpulkan adanya kecurangan bila Pemilunya saja belum dimulai.

"Ya pemilu saja kan belum mulai. Bagaimana bisa menyebut ada kecurangan. Bertempur dulu secara sehat lalu bicara soal kecurangan. Pilpresnya saja belum mulai. Pemilunya saja belum mulai. Tapi kenapa sudah bicara soal itu," kata Ace di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (14/1/2019).

Ace menduga pernyataan tersebut didengungkan sebagai alibi bila kalah dalam Pemilu Presiden nanti. Ia mensinyalir, kubu Prabowo-Sandi mencari kambing hitam bila tidak terpilih sebai Presiden dan Wakil Presiden.

"Sepertinya ingin mencptakan alibi bahwa kalau kalah, ada yang salah. Menurut saya itu cara berpikir orang yang kalah. Bukan cara berpikir pihak  yang selalu optimis menghadapi pertarungan yang sehat di pilpres 2019," katanya


Terkait alasan kecurangan karena tuna grahita diberi hak suara menurut Ace harus dilihat secara rinci, karena tidak semua tuna grahita tidak diberi hak suara. Lagian menurut Ace hak suara bagi Tuna Grahita sudah diterpkan sejak pemilu sebelumnya.

"itu kan perintah UU. Setiap warga negara indonesia memiliki hak untuk dipilih dan memilih. Soal tuna grahita itu kan ada gradasinya, ada yang karena autis dan lainya. Jadi harus kita  lihat jenisnya juga. Jadi jangan asal generalisir apa yang di maksud dengan tuna grahita itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso menyampaikan, Prabowo akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan Djoko Santoso dalam pidatonya saat menghadiri acara #Bising (Bincang Asik dan Penting) oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Kota Malang, Minggu (13/1/2019).

Awalnya, Djoko Santoso menceritakan perjalananya dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur.

Kemudian, dia menyampaikan bahwa dia harus segera balik ke Jakrata karena Prabowo Subianto, calon presiden yang didukungnya akan menyampaikan pidato kebangsaan pada Senin (14/1/2019)

"Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kebangsaan. Memang supaya tidak terkejut barangkali, kalu tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri." katanya.

Purnawirawan TNI itu menyampaikan, salah satu potensi kecurangan dalam Pemilu 2019 adalah diperbolehkanya penyandang disabilitas mental atau tuna grahita untuk mengunakan hak pilihanya.

"Karena memang ini sudah luar biasa. Masak orang gila suruh nyoblos," katanya.

"Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab kepada orang gila. Masak kami memberi tanggung jawab nyoblos," imbuhnya.

Djoko pun menyampaikan akan mendukung Prabowo jika benar mengundurkan diri dari kontestasi pilpres meskipun ada ancaman pidana.

"Saya dukung dong, dia pimpinan saya. Karena kami lulus SMA, 18 tahun (masuk TNI) itu sudah teken kontrak, ada itu. Bahwa prajurit itu akan bertugas menegakkan keadilan dan kebenaran Pidana, pidanakan saja. Kami sudah kontrak mati kok," jelasnya

Sumber : tribunnews.com

Posting Komentar

0 Komentar