Jokowi soal Survei Didukung FPI: Alhamdulillah


Presiden sekaligus capres petahana Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika).

Jakarta - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengucap syukur setelah mengetahui hasil survei sekitar 41,2 sampai 47,6 persen anggota Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan akan memilihnya dalam Pilpres 2019.

Angka dukungan FPI itu merupakan survei LSI Denny JA pada Maret lalu. Dalam survei itu, LSI Denny JA mencatat dukungan FPI ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai luntur dan sebagian beralih mendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Ya alhamdulillah," kata Jokowi sambil tertawa saat ditemui di Masjid Agung Brebes, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (4/4) malam.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga meminta masyarakat Indonesia tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di Pilpres 2019.

Mantan Wali Kota Solo itu meminta masyarakat untuk memahami perbedaan. Menurutnya beda pilihan wajar sebagai bentuk kedewasaan berpolitik.

Ia meminta agar tidak ada lagi diskriminasi karena perbedaan politik. Misalnya pengadangan calon wakil presiden saat berkunjung ke daerah tertentu.

"Kemudian ada cawapres yang datang ke sebuah daerah ditolak. Janganlah. Cawapres yang datang ke sebuah provinsi ditolak, ndak. Itu bukan pesta demokrasi," ujar Jokowi.

Hal itu dialami Ma'ruf Amin saat hendak berkampanye ke Pamekasan, Jawa Timur, pada 1 April 2019. Hal serupa juga dialami oleh Sandiaga Uno saat berkampanye di Bali pada 23 Februari 2019.

Hasil survei LSI Denny JA sebelumnya merilis hasil surveinya, salah satunya soal suara anggota FPI yang terbelah dalam Pilpres 2019. Sebanyak 52,4 - 58,8 persen memilih Prabowo-Sandi, sedangkan 41,2 - 47,6 persen memilih Jokowi-Ma'ruf.

Jumlah responden dari kalangan FPI ini berjumlah 0,9 persen dari total 1.200 responden.

"Secara angka memang tidak terlalu jauh. Mengapa (ada FPI yang dukung) karena persepsi bahwa Jokowi-Ma'ruf tidak ramah Islam dan ulama lambat laun semakin terkikis," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantornya saat menyampaikan hasil survei.

Survei dilakukan pada 18 hingga 26 Maret 2019 di 34 provinsi di Indonesia. Survei menggunakan metode sampel acak bertingkat melalui wawancara tatap muka dan kuesioner. Tingkat kesalahan atau Margin of error dari survei ini sebesar 2,8 persen.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode focus group discussion (FGD), analisis media, dan wawancara mendalam. (dhf/osc)[cnnindonesia.com]

0 Comments