AHY Bilang Rakyat Rindu Program SBY, TKN: Jokowi Perbaiki Bansos


Presiden Jokowi/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut rakyat merindukan program era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai lebih menyentuh masyarakat dibanding era Jokowi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menepis klaim tersebut.

"Kami tidak menegasikan (mengabaikan) kebijakan SBY yang baik seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin) dan lain-lain, yang dinilai menyentuh rakyat miskin. (Tapi) Kami memiliki program yang jelas-jelas menyentuh kebutuhan dasar Ibu-Ibu," ujar Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (21/1/2019). 

Ace menilai kebijakan pemerintahan Jokowi sangat pro-rakyat. Pogram-program bantuan sosial yang diberikan Jokowi disebut lebih tepat sasaran dibandingkan saat pemerintahan SBY. 

"Pemerintahan Jokowi memperbaiki program bantuan sosial yang dilakukan pemerintahan SBY. Jika pada era SBY program bantuan sosial seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) sifatnya masih jadul dengan mengirimkan uang melalui kantor pos, maka cara seperti itu dirombak total. Di era Jokowi dirombak total data kemiskinannya dan mekanisme penyalurannya yang dahulu acak-acakan," tuturnya.

"Program bantuan sosial di era Pak Jokowi lebih rapi, tepat sasaran dan nilainya lebih besar. Yang lebih penting program-program tersebut sangat menyentuh Ibu-Ibu dan memenuhi kebutuhan dasarnya," imbuh Ace. 

Selain itu, kata Ace, di era Jokowi, stabilitas harga lebih terkendali dibandingkan pada masa pemerintahan SBY. Dengan inflasi yang terkendali, hal itu membuat harga-harga kebutuhan bahan pokok lebih terjangkau oleh ibu-ibu. 

"Di era akhir kepemimpinan SBY, inflasi di angka 8%. Itu artinya tidak bisa mengendalikan stabilitas harga. Di era Pak Jokowi angka inflasi rata2 di angka yang rendah yaitu, 3%," katanya.

Politikus Golkar itu pun menilai, AHY tidak memahami kebijakan pemerintahan Jokowi saat ini. Sehingga, main asal menuding bahwa kebijakan Jokowi tidak menyentuh masyarakat. 

"Apakah di zaman SBY ada Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan lain-lain yang sangat membantu Ibu-Ibu? Sepertinya AHY ini perlu mendalami dan mendalam secara seksama kebijakan pemerintahan Jokowi. Jangan salah membaca data dan realitas!" ujarnya.

Sebelumnya, AHY membandingkan era kepemimpinan SBY dan era Presiden Jokowi. AHY menyebut jika masyarakat di seluruh Indonesia rindu dengan masa kepemimpinan SBY termasuk program menyentuh masyarakat. 

AHY menyebut jika program 4 tahun terakhir saat ini kurang menyentuh masyarakat. Dia menilai program SBY dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Adanya kerinduan publik, hadirnya kembali program-program pro rakyat, program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat utamanya mereka yang tergolong kurang mampu dan miskin," kata AHY. 

Sumber: detik.com

Posting Komentar

0 Komentar