Guntur Romli Kecam Keras Persekusi terhadap Jamaah GBI Philadelpia, Medan: IMB Bukan Izin Ibadah!

Foto: Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. (Wildan-detikcom)

Terkait adanya penghadangan dan persekusi terhadap Jamaah GBI Philadelpia Medan saat mau melakukan kebaktian Hari Minggu, memantik kecaman dari seantero negeri. Kecaman juga disampaikan oleh Mohamad Guntur Romli, aktivis muda NU sekaligus Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Saya mengecam keras aksi intoleransi dan persekusi terhadap Jamaah GBI Philadelpia Medan, apalagi saat mereka mau melakukan kebaktian Hari Minggu, ini pelanggaran terhadap Konstitusi kita, UUD 1945 Pasal 29 Ayat (2) dan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” tegas Guntur Romli.
Menurut pria yang juga Caleg DPR RI dari PSI untuk Jatim III ini tidak adanya IMB di GBI Philadelpia tidak bisa dijadikan dalih untuk melakukan persekusi.

Baca Juga : Guntur Romli Sebut PrabowoLayak Masuk Rekor Muri Sebagai Capres Pembohong

Apalagi GBI Philadelpia menurut informasi yang diterimanya sudah berdiri 15 tahun namun dipersulit memperoleh IMB.
“Setiap warga negara Indonesia berhak dan dilindungi memeluk agama dan beribadah, tidak ada ketentuan harus ada izin untuk ibadah, malah Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945 itu menegaskan negara harus menjamin, dari memberikan perlindungan hingga memfasilitasi artinya kalau ada warga negara mau ibadah negara harus memfasilitasi, bukan malah terlibat merintangi,” kata pria yang juga studi di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir.

“Apalagi menurut sumber kami, GBI Philadelpia sudah berdiri selama 15 tahun, tempatnya berpindah-pindah karena dipersulit mengurus IMB, tapi yang perlu diingat IMB itu bukan izin untuk beribadah, orang Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu dijamin ibadah mereka tanpa IMB” jelas Guntur Romli.
Alasan penolakan itu menurut informasi yang diterimanya sangat tidak masuk akal, karena keluarga bekas pemilik tanah yang akan dibangun gereja mengaku sering mimpi buruk didatangi oleh orang tuanya.
“Kepemilikan tanah sudah sah berpindah, ada sertifikat, tapi keturunan bekas pemilik tanah yang lama mengaku sering mimpi buruk dan didatangi arwah orang tuanya kalau tidak rela bekas tanah miliknya dibangun gereja, ini kan tidak masuk akal, kalau nanti mimpinya minta masuk jurang gimana, apa harus diikuti juga? Ini intoleransi yang memakai halusinasi kejiwaan” pungkas Guntur Romli yang dikenal sebagai ‘anak ideologis’ KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Sumber : suaraislam.co

Posting Komentar

0 Komentar