KPK Minta Aher Kooperatif

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto MI Susanto









Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) untuk bersikap kooperatif memenuhi pemeriksaan. Aher sudah dua kali mangkir dari panggilan sebagai saksi kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi.

"Semestinya sebagai warga negara yang baik, yang bersangkutan dapat memberi contoh dan menunjukkan itikad baik," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.

Baca Juaga : Guntur Romli Anggap 'Kebohongan Award'Pencerdasan Politik

Aher sendiri pertama kali mangkir dari panggilan penyidik pada Kamis, 20 Desember 2018. Padahal, surat pemanggilan pertama dan kedua telah dilayangkan ke alamat rumah Aher secara patut.

Bahkan, KPK juga sempat menghubungi nomor telepon Aher, namun tak direspons. "Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi," ujar Febri.

Febri meminta Aher agar memberi informasi jika memang belum bisa memenuhi panggilan penyidik. Aher diminta tidak menghambat proses hukum yang berjalan di KPK.

"Justru beresiko mempersulit rencana pemeriksaan sebagai saksi yang merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan," tandas Febri.

Dalam kasus ini, Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

(JMS)