Prabowo Sebut Ada Warga Gantung Diri karena Ekonomi, PSI Unggah Video Bantahan

Prabowo Subianto (Grandyos Zafna/detikcom)

Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam pidato kebangsaannya, ada satu pria dari Grobogan Jawa Tengah bernama Hardi gantung diri karena terhimpit masalah ekonomi. PSI membantah kebenaran pidato Prabowo itu.

Sebagaimana diketahui, pidato Prabowo itu disampaikan di Plenary Hall JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1) lalu. Dia menyebut Hardi gantung diri karena terlilit hutang. Berikut petikan pidato Prabowo yang dimaksud:

Saudara-saudara sekalian, beberapa waktu yang lalu saya mendapat laporan, seorang buruh tani, seorang bapak, seorang kepala keluarga, namanya Hardi, di desa Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah, meninggal dunia karena gantung diri di pohon jati di belakang rumahnya. Almarhum gantung diri meninggalkan istri dan anak karena merasa tidak sanggup membayar hutang. Karena beban ekonomi dirasa terlalu berat.

Selama beberapa tahun terakhir ini saya mendapat laporan ada belasan cerita tragis seperti Hardi ini. Ada kisah seorang guru di Pekalongan gantung diri. Terakhir, tanggal 4 Januari yang lalu, Ibu Sudarsih di Desa Watusigar, Gunung Kidul, gantung diri. 

Ini kisah-kisah yang masuk berita, yang tidak masuk berita mungkin lebih banyak lagi. 

Baca Juga : Guntur Romli Kecam Keras Persekusi terhadap Jamaah GBIPhiladelpia, Medan: IMB Bukan Izin Ibadah!

Juru Bicara PSI, Guntur Romli, kemudian mengunggah video berisi bantahan atas pidato Prabowo tersebut. Video berjudul 'Keluarga Hardi Grobogan Bantah Kebohongan Prabowo' itu dia unggah di YouTube, 16 Januari 2019, menyertakan tagar #Prabohong.

"Hardi warga Grobogan yang gantung diri karena menurut Prabowo terlilit utang dan masalah ekonomi, dibantah oleh keluarga Hardi. Lagi dan lagi Prabowo menyebarkan kebohongan. Nggak tobat-tobat," kata Hardi. Video itu mendapat 202 view.

Isi video unggahan Guntur itu adalah tayangan berita dengan lambang 'Kabar Grobogan' di sisi kanan atas. Disebutkan di berita itu, keluarga almarhum Hardi di Kabupaten Tawangharjo Kabupaten Grobogan resah pascapidato kebangsaan oleh capres Prabowo Subianto senin lalu. Tayangan itu menyertakan wawancara dengan istri almarhum Hardi bernama Supinah.

"Punya sawah, beras ya murah, kalau nggak makan ya nggak. Ya makan setiap hari. Cukup. (Sawah seluas) Setengah bahu," kata Supinah.

Hardi punya kondisi ekonomi yang cukup. Rumahnya berada di lahan 500 meter, di sebelahnya ada rumah anak sulungnya yang dibangun Hardi beberap atahun lalu. Keluarga Hardi juga memiliki kebun jati yang cukup luas, ditambah ladang yang tak kalah luas di sebelah kebun jati. Hardi juga menyewa sawah garapan seluas setengah bahu dengan harga Rp 2 juta per tahun. Supinah membantah bahwa Hardi bunuh diri karena terlilit utang. Tak diketahui sebab hardi gantung diri.

"Nggak (mikir utang), wong anaknya ya sudah bisa kerja kerja kok," kata Supinah.

Dihubungi terpisah, Kamis (17/1/2019), Guntur Romli mengaku bahwa dia adalah yang mengunggah video itu. Dia mendapat video itu dari WhatsApp. Dia ingin menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Prabowo soal bunuh diri itu tidak benar. "Prabowo menambah kebohongan tiap hari. One day one hoax. Isu pidato Prabowo penuh kebohongan," ujar Guntur.

Sumber : detik.com

Posting Komentar

0 Komentar