Sambutan Hangat hingga 'Menyengat' untuk Ahok


Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akhirnya kembali menghirup udara segar. Beragam sambutan menyertai setelah Ahok keluar dari penjara.

Putra sulung Ahok, Sean Nicholas, bersama Tim BTP menjemput Ahok dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. 

"Bapak Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sudah keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua kurang-lebih pukul 07.30 WIB," ujar sekretaris Ahok, Ima Mahdiah, kepada detikcom, Kamis (24/1/2019).
Sambutan atas bebasnya Ahok sudah ada sejak Rabu (23/1) malam. Karangan bunga berjejer di depan Mako Brimob. Salah satu karangan bunga berisi tulisan 'Welcome Mr Basuki, Mantan Pelayan Jakarta Terbaik. Kami Puas dengan Pelayanan Anda. Semoga Sehat Selalu'.

Pendukung Ahok yang biasa menamai diri Ahokers pun kumpul di sana. Mereka bersimpati, hadir memberikan dukungan moral. Sebuah dukungan yang tak beda seperti saat Ahok mulai menjalani masa hukuman.

Hingga pagi dukungan justru makin besar. Ahoker makin banyak di depan Mako Brimob menunggu bebasnya eks Gubernur DKI Jakarta itu. Mereka bernyanyi sembari meneriakkan yel-yel menanti Ahok. Meski tak bertatap muka, mereka tetap senang.

Hari beranjak, pendukung menggelar kegiatan sebagai bentuk dukungan. Di antara mereka juga ada yang menggelar doa bersama seperti yang digelar di RPTRA Kalijodo dan Bali.

Tak hanya keluarga dan pendukung, sahabat ikut bahagia menyambut bebasnya Ahok. Wasekjen PKB Daniel Johan yang merupakan orang dekat Ahok memberi selamat kepada Ahok karena bisa kembali kumpul bareng keluarga.

"Selamat kepada Pak Ahok, bisa berkumpul kembali bersama keluarga dan masyarakat. Sebagai sahabat, kita ikut berbahagia," kata Daniel kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Daniel merupakan orang dekat Ahok saat Pilgub DKI Jakarta 2017. Saat Ahok ditahan dalam kasus penodaan agama, Daniel adalah salah satu orang yang siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Ahok.

Sambutan hangat juga disampaikan sahabat Ahok dari Partai Golkar, Ace Hasan. Ace menyebut Ahok telah menunjukkan arti tanggung jawab. Termasuk saat jalani proses hukum yang harus diisi dengan bekerja sebagai gubernur dan juga berkampanye.

"Ahok telah menunjukkan dirinya sebagai manusia yang taat hukum dan bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Dia tidak lari dari tuntutan hukum yang disampaikan sebagian masyarakat dengan berbagai demonstrasi bersamaan dengan Pilkada DKI Jakarta tahun 2016 yang lalu," kata Ace.

Djarot Saiful Hidayat yang pasangan Ahok saat memimpin DKI ikut menyambut Ahok. Mereka kumpul bersama keluarga Ahok.

"Welcome home bro," demikian tulis Djarot menyambut bebasnya Ahok.

Sambutan juga diutarakan Gubernur DKI Anies Baswedan, cawapres Sandiaga Uno, dan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketiganya diketahui sempat berhadapan dengan Ahok dalam Pilgub DKI 2017 lalu.

Ketiganya mengucapkan selamat kepada Ahok. Mereka turut memberi doa terbaik kepada Ahok. Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta mengatakan siap melayani Ahok sebagai warga ibu kota.

"Selamat berkumpul kembali dengan keluarga dan dari teman-teman DKI Jakarta memiliki kewajiban untuk memfasilitasi setiap warga dengan hak-haknya," ujar Anies.

Abraham '
Lulung' Lunggana, mantan Wakil Ketua DPRD DKI ikut memberi selamat karena Ahok menjalani masa hukuman dengan baik. Dia menyelipkan harapan agar Ahok jadi pribadi lebih baik dan bisa memperbaiki tutur kata.

"Bersyukur sama Tuhan, Pak Ahok sudah menjalankan hukumannya dengan baik. Dapat potongan remisi sesuai dengan aturan. Ya semoga sehat-sehatlah," kata Lulung saat dihubungi, Kamis (24/1/2019).

Lulung meski kerap bersinggungan dengan Ahok mengatakan hubungan keduanya akrab. Friksi-friksi menurutnya hal yang biasa. Dia pun mendoakan Ahok terus sehat.

Sambutan 'menyengat' disampaikan dari juru bicara FPI, Slamet Maarif. Dalam harapan yang disampaikan, Slamet juga mengingatkan Ahok untuk hati-hati dalam berucap dan bertindak.

"Kami berharap Ahok dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian yang sudah terjadi dan tidak mengulangi kembali serta berhati-hati dalam bertindak dan berucap. Jangan sakiti kembali umat Islam. Ingat, lidahmu harimaumu," kata Slamet lewat pesan singkat, Kamis (24/1/2019).

Sebelumnya, Ahok divonis bersalah dan dihukum 2 tahun penjara dalam kasus penodaan agama karena ucapannya terkait Surat Al-Maidah ayat 51. Ahok menjalani hukuman penjara sejak 9 Mei 2017.

Ahok bebas setelah dipenjara karena kasus penodaan agama. Ahok telah menghabiskan 1 tahun 8 bulan dan 15 hari di Rutan Mako Brimob. Sejumlah aksi sempat digelar di Jakarta menuntut Ahok dihukum atas pidatonya tersebut. 


Sumber: detik.com

Posting Komentar

0 Komentar