Soal Terorisme, Ma'ruf Dinilai Tajam dan Mengena, Prabowo Tak Paham Akar Masalah


Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Maruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)


JAKARTA- Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily berpendapat, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menunjukan ketidakpahamannya soal terorisme. 

Ace kemudian membandingkan jawaban Prabowo dengan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. 

"Dalam isu terorisme, kembali Prabowo menunjukan ketidakpahaman mengenai akar masalah munculnya terorisme. Sebaliknya jawaban Kyai Ma’ruf Amin sangat tajam dan mengena," kata Ace melalui keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).

Ace mengatakan Prabowo menyederhanakan akar terorisme dengan masalah ekonomi. Sebaliknya, kata dia, jawaban Ma'ruf justru lebih konkret mengenai hal ini. 

Ace Hasan Syadzily di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2018)(Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim)


Ma'ruf Amin menyebut ada dua pendekatan untuk proses deradikalisasi. Jika disebabkan oleh faktor ekonomi, pendekatannya adalah dengan pemberian lapangan kerja. Namun jika penyebabnya adalah paham agama menyimpang, negara wajib meluruskannya.

"Ini menunjukan bahwa KH Ma’ruf Amin menguasai masalah dan juga tangkas menjawab isu hukum dan terorisme," ujar Ace.

Soal terorisme menurut Prabowo dan Ma'ruf  

Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden mengemukakan pendapatnya ketika mengenai masalah terorisme.

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menginginkan angkatan perang dan kepolisian di Indonesia diperkuat untuk melawan terorisme. Menurut dia, dengan demikian ancaman teror di Indonesia dapat dideteksi sebelum teror terjadi. 

"Angkatan perang kita harus kuat, polisi kita harus kuat. Kita harus bisa mendeteksi sebelum terjadi terorisme," kata Prabowo dalam debat perdana pemilihan capres cawapres, Kamis (17/1/2019) malam, di Gedung Bidakara, Jakarta.

Dia menjanjikan apabila terpilih, akan meningkatkan investasi di bidang-bidang keamanan. Investasi tersebut digunakan untuk memperkuat kepolisian dan kekuatan militer Indonesia. 

"Saya akan meningkatkan investasi di bidang kepolisian, intelijen, dan angkatan bersenjata. Angkatan perang kita harus kita perkuat," ujarnya. 

Sementara itu, jawaban kubu petahana diwakili Ma'ruf Amin. Ma'ruf menyampaikan, terorisme dapat disebabkan oleh pemikiran atau kondisi ekonomi.

"Oleh karenanya caranya adalah apa yang menyebabkan dia radikal. Kalau karena paham keagamaan menyimpang maka yang harus kita doktrinkan dengan meluruskan paham keagamaan yang menyimpang itu," kata Ma'ruf. 

"Tapi kalau itu disebabkan faktor ekonomi sosial maka pendekatannya adalah melalui pemberian lapangan kerja dan satuannya yang bisa mengembalikan mereka pada jalan yang lurus," ucap dia. 

Sumber: kompas.com

Posting Komentar

0 Komentar