TKN Jokowi: Menokohkan Prabowo Pemimpin Kuat Jelas Dipaksakan


Foto: Ace Hasan (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Aminmenyindir dukungan alumni Perguruan Tinggi kepada paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang digelar kemarin. TKN menilai narasi yang diusung di deklarasi itu mudah ditebak. 

"Deklarasi alumni perguruan tinggi pendukung Prabowo ternyata gampang ditebak. Kartu yang mereka mainkan itu-itu saja yakni: Indonesia sedang terancam dan perlu kepemimpinan kuat," ujar Jubir 
TKN Jokowi-Ma'rufAce Hasan Syadzily, dalam keterangan tertulis, Minggu (27/1/2019). 

Baca Juga: TimJokowi: Prabowo-Sandi Berpolitik Teater, Hasilkan Pemimpin Imitasi

Ace menilai keinginan melahirkan kepemimpinan yang kuat itu hanya imajinasi semata. Sebab, yang dimaksud dengan kepemimpinan kuat dalam deklarasi itu adalah kepemimpinan yang keras.

"Imajinasi mereka tentang kepemimpinan yang kuat pun malu-malu kucing. Walaupun dibungkus dengan berbagai cara tapi sangat jelas yang dimaksud adalah figur yang bicara keras, berapi-api dan sering mengumbar jargon nasionalistik," katanya. 

Padahal, kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang dicintai rakyat. Hal itu, kata Ace, sudah ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. 

"Yang memimpin dengan hati dan selalu ada di hati rakyat. Sedangkan menokohkan Prabowo sebagai pemimpin kuat jelas dipaksakan, karena tidak pernah ada di hati rakyat. Ibaratnya, barang imitasi yang terlalu dipaksakan. Kepemimpinan yang kuat adalah kepemipinan yang kokoh seperti batu karang. Tidak goyah dihantam hoax, ujaran kebencian dan fitnah. Karena dia ditopang oleh rakyat bukan didorong oleh ambisi untuk berkuasa," tutur Ace.

"Pak Jokowi sudah membuktikan, sedangkan Prabowo baru sampai menjual imajinasi," imbuh dia.


Politikus Golkar itu juga mengatakan, kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang tidak hanya menjual retorika. Hal itu lah yang menurut Ace tidak ditunjukkan oleh capres nomor urut 02, Prabowo. 

"Kepemimpinan yang kuat adalah kepimpinan dengan bukti bukan sekedar retorika. Mengaku nasionalis tapi dari rekam jejaknya tercatat diam-diam menyimpan uang di luar negeri, bersikap ambigu karena kepentingannya berdiri di dua kaki, bahkan menyiapkan diri menjadi komparator asing. Sedangkan Pak Jokowi sudah terbukti berani mengambil keputusan, membela kepentingan nasional baik dalam menghadapi mafia migas, menghadapi mafia illegal fishing, mengembalikan Blok Mahakam serta berhasil menguasai mayoritas saham Freeport," paparnya. 

"Rakyat Indonesia tidak bisa dibodohi lagi dengan retorika. Rakyat bisa melihat rekam jejak siapa pemimpin yang betul-betul kuat dan dicintai rakyat, siapa pemimpin yang penuh imitasi karena hanya mampu bersuara keras," sambung Ace.

Seperti diketahui, Alumni Perguruan Tinggi seluruh Indonesia mendeklarasikan dukungan untuk paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Sabtu (26/1) kemarin. Mereka mendorong lahirnya kepemimpinan yang kuat untuk Indonesia.
(mae/gbr)


Posting Komentar

0 Komentar