TKN Jokowi: Sungguh Tak Etis Prabowo Sebut Menkeu Menteri Pencetak Utang

Ace Hasan Syadzily (Foto: dok. DPR)

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik pernyataan Prabowo Subianto yang mengusulkan Menteri Keuangan (Menkeu) diubah menjadi menteri pencetak utang. Ia menyebut capres nomor urut 02 itu tidak etis.

"Memang tidak sepantasnya Prabowo mengatakan seperti itu. Mengatakan Menteri Keuangan diganti menteri pencetak utang, sungguh tak etis. Apa yang dilakukan Menteri Keuangan sudah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Usul Prabowo itu berawal dari kritiknya terhadap utang negara yang terus bertambah. Karena utang pemerintah yang disebutnya menumpuk terus, ia meminta agar penyebutan Menkeu diganti menjadi menteri pencetak utang.

"Prabowo menyebut utang negara kita sudah menumpuk. Apa yang disampaikan oleh Prabowo jelas juga merupakan dramatisasi," sebut Ace.


Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu menegaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo transparan mengenai utang negara. Ace juga menegaskan utang yang ditanggung pemerintah saat ini masih dalam kategori aman.

"Utang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Total utang pemerintah sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama dengan 29,98 persen dari produk domestik bruto (PDB), yang berdasarkan data sementara Rp 14.735,85 triliun. Itu berarti utang pemerintah masih aman alias jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan, yaitu 60 persen dari PDB," sebutnya.

Ace mengatakan pemerintah melakukan pengelolaan utang dengan hati-hati dan akuntabel. Hal tersebut, menurutnya, seiring dengan dijalankannya reformasi struktural serta bauran kebijakan moneter, fiskal, makro-prudensial.

"Dan koordinasi yang baik pemerintah dengan Bank Indonesia yang berdampak pada diberikannya peringkat investment grade kepada Indonesia oleh tiga lembaga pemeringkat kredit utama di dunia. Dengan peringkat investment grade tersebut, pemerintah dapat menekan cost of fund utang di tengah kondisi pasar keuangan yang volatile pada 2018," tambah Ace.

Baca Juga: TKN soal 'Indonesia Barokah': Lagak Fadli Seperti Chief Law Enforcement Officer

Seperti diketahui, Prabowo kembali melempar kritik pedas kepada pemerintah terkait utang negara. Ia lalu mengusulkan agar nama Menteri Keuangan diganti.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin menteri pencetak utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Pihak Kemenkeu sudah melayangkan protes keras atas ucapan capres nomor urut 02 itu. Prabowo disebut telah mencederai perasaan pegawai yang bekerja di Kemenkeu. Ucapan Prabowo pun menuai menimbulkan kontroversi di jagat media sosial. Akibat pernyataan Prabowo itu, muncul tagar #PrabowoHinaKemenkeu di jejaring media sosial.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) 
Prabowo-Sandiaga Uno memberikan klarifikasi soal pernyataan eks Danjen Kopassus tersebut. Prabowo disebut tak bermaksud menghina Kemenkeu.

"Maksud beliau ingin mengingatkan ke pemerintah agar lebih hati-hati dalam mengelola keuangan negara terlebih terkait masalah utang negara ini," ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga bidang ekonomi, M Kholid.
.


Posting Komentar

0 Komentar