TKN ke Habiburokhman: Debat Pilpres Bukan Seperti Jawab Ujian Sekolah


Foto: Tsarina/detikcom
Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menanggapi usulan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang ingin ada 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Ace menilai yang terpenting bukanlah banyaknya pertanyaan, melainkan bagaimana pasangan kandidat menyampaikan visi dan misi ke masyarakat.

"Yang terpenting dari debat itu adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menjelaskan visi, misi, program serta kemampuan capres atau cawapres untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini," kata Ace kepada detikcom, Minggu (20/1/2019).

Ace mengatakan, menguji kemampuan capres dan cawapres memang penting. Debat itu juga agar masyarakat tahu sejauh mana calon yang ada menguasai persoalan yang dihadapi bangsa ini.

"Tapi apakah perlu atau tidak daftar pertanyaan banyak itu? Ini bukan pada banyaknya pertanyaan, tetapi lebih kepada tujuan dari kemampuan kandidat tersebut untuk menggali dan menjelaskan program yang ditawarkan kepada masyarakat," katanya.

"Sebab, debat kandidat capres dan cawapres itu bukan seperti ujian sekolah, debat capres dan cawapres itu kemampuan untuk dapat menawarkan program terbaik buat masyarakat, sehingga dari situ bisa ketahuan mana yang memiliki kemampuan yang betul-betul dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sesuai tema debat tersebut," imbuhnya.

Ace mengatakan, dirinya menyadari bahwa setiap tema dalam debat memilii banyak turunan bahasan. Namun, dia menegaskan tujuan debat tersebut yakni bagaiamana agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas dan lugas dari para kandidat.

"Jadi sekali lagi, ini bukan soal seperti menjawab ujian sekolah, ini soal bagaimana capres dan cawapres mampu menjelaskan program, visi dan misi sesuai harapan rakyat," katanya.

Terkait dengan kekhawatiran Habiburokhman akan adanya kebocoran soal dalam debat nanti, Ace menegaskan bahwa semua pihak harus percaya pada integritas KPU dan panelis debat.

"Kalau kita percaya bahwa KPU dan panelis sendiri berintegritas, kenapa kita harus tidak memiliki kepercayaan terhadap mereka? Toh ada UU dan aturan juga yang mengatur tentang misalnya adanya kebocoran dalam hal pertanyaan debat tersebut. Ada sanksi pidananya," kata Ace.

Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman mengusulkan agar panelis menyiapkan 50 pertanyaan untuk setiap tema dalam debat Pilpres 2019. Dia juga menilai pertanyaan untuk debat Pilpres 2019 masih rawan bocor meski KPU sepakat tidak lagi menyodorkan kisi-kisi kepada capres/cawapres. 

"Kami mengusulkan panelis menyiapkan sedikitnya 50 pertanyaan untuk setiap tema. Dari 50 pertanyaan tersebut lalu diundi oleh moderator untuk diajukan kepada paslon. Dengan demikian jikapun terjadi kebocoran, tetap susah bagi siapapun untuk memprediksi pertanyaan mana yang akan muncul," ujar Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Habiburokhman, dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (20/1/2019).Sumber: detik.com
(jor/fdu)

Sumber: detik.com

Posting Komentar

0 Komentar