Jokowi: Kalau Saya Menang Tak Boleh Azan, Kebangetan


Tiga perempuan saat mendatangi rumah warga menyebut bila Joko Widodo terpilih lagi, tidak akan ada azan yang berkumandang. Video itu viral hingga membuat Tim Jokowi-Ma'ruf melaporkan ke kepolisian.

Kini mereka sudah diproses oleh kepolisian. Dalam video itu juga disebutkan kalau Jokowi terpilih lagi pernikahan sesama jenis menjadi sah.

Terhadap kasus itu, Jokowi pun bereaksi. Kabar fitnah itu ditanggapinya saat membagikan 1.500 sertifikat tanah di Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 25 Februari 2019.

"Ada katanya, nanti kalau Presiden Jokowi menang enggak boleh azan. Wah niki (ini) pun (sudah) kebangetan," kata Jokowi, dalam sambutannya.

Kabar seperti itu menurutnya berbau fitnah. Mengingat selama ini ia juga sangat dekat dengan kiai atau ulama. Hampir setiap kunjungannya, bertemu ulama.

"Lha, saya setiap hari itu dengan ulama, setiap minggu juga keluar masuk pondok pesantren," kata Jokowi.

Dia mengingatkan jangan sampai hanya karena urusan politik, menjadi tidak rukun. Jika ada hoax, Jokowi meminta agar masyarakat tidak perlu mengindahkannya. Tidak perlu dipercaya kabar seperti itu, menurut Jokowi.

"Kita kalau ada kabar-kabar seperti itu tanya ke yang lain benar enggak sih. Kalau enggak mboten usah di-rungokke (tidak usah didengar)," katanya.

Jajaran Polres Karawang dan Polda Jawa Barat mengamankan tiga orang wanita yang diduga melakukan ujaran kebencian dan kampanye hitam, terhadap pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

Kapolres Karawang Ajun Komisaris Besar Polisi, Nuredy Irwansyah Putra, mengatakan ketiganya diamankan pada Minggu, 24 Februari 2019, sekitar pukul 23.30 WIB.

"Sebagai tindakan preventif kepolisian, ketiga ibu-ibu tersebut diamankan oleh Polres Karawang bersama-sama dengan Polda Jabar," kata Nuredy kepada VIVA, Senin, 25 Februari 2019.

Dari informasi yang dihimpun, ketiga ibu tersebut berinisial ES (49), IP (44), dan CW (43). Ketiganya saat ini dibawa ke Polda Jawa Barat untuk diperiksa. Polisi juga menyita handphone ketiga ibu tersebut.

"Saat ini yang bersangkutan masih berada di Polda Jabar," ujarnya.

Sebelumnya, warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam Bahasa Sunda saat kampanye door to door. Mereka meyakinkan warga bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis. (ase)

viva/zaloe

Posting Komentar

0 Komentar