Ma'ruf Amin: Ada yang Bilang Indonesia Akan Punah, Memang Dinosaurus?



KENDAL– Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyindir pernyataan pihak lain yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030. 

Hal itu diungkapkan Kiai Ma’ruf di hadapan ribuan warga Nahdliyin pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama di Alun-Alun Kendal, Jawa Tengah, Senin (4/2/2019)

“Ada yang bilang bahwa Indonesia akan bubar. Padahal, sudah dibangun. Akan punah katanya. Memangnya dinosaurus apa. Binatang purbakala. Insyaallah negara kita akan kuat,” kata Kiai Ma’ruf Amin.

Menurut dia, dengan dukungan kiai dan ulama, Indonesia akan aman dan semakin jaya. “Insyaallah negara kita akan semakin kuat,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf mengatakan, ada tugas besar bagi warga NU. Yakni, mengawal ajaran Islam menurut akidah ahlussunah wal jama’ah. “Sekarang sudah cara-cara yang tidak sesuai dengan ahlussunnah wal jama’ah. Cara-cara yang tidak santun,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, sudah menjadi tugas warga NU untuk menyebarkan akidah ahlussunah wal jama’ah dan berdakwah dengan cara yang santun.

Sebelumnya, saat bersilaturahmi dengan tokoh NU dan pengasuh pesantren di Semarang, Kiai Ma’ruf memandang bahwa para ulama saat ini memiliki tugas yang sangat berat. Karena ulama, selain dihadapkan pada perannya dalam mengembangkan nilai-nilai kegamaan juga memiliki peran untuk mengawal yang disebutnya wilayah kebangsaan dan kenegaraan.

Di sisi lain, kata Kiai Ma'ruf, saat ini muncul paham-paham keagamaan yang berkembang di Indonesia yang tidak sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang selama ini dianut di Indonesia, seperti Ahlusunnah wal Jama’ah. Dari sini, Kiai Ma'ruf menganggap peran ulama NU dan Pesantren harus ditingkatkan kembali.

Mantan Rais Aam PBNU ini menganggap, munculnya paham keagamaan yang ada akhir-akhir bukan lagi soal bagaimana cara mengantisipasi melainkan tengah berada dalam posisi menghadapinya. Maka itu, dibutuhkan kembali ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah kembali ke tempat-tempat ibadah seperti masjid.


Posting Komentar

0 Komentar