TKN Jokowi: BPN Prabowo 'Besar Kepala' soal Jateng


Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 'besar kepala' mendengar pernyataan soal elektabilitas Jokowi yang sempat turun di Jawa Tengah. Menurut TKN, BPN tak memahami maksud pernyataan Jokowi itu. 

"BPN jadi besar kepala mendengar pernyataan Pak Jokowi, tapi salah baca pernyataan. Padahal, maksud Pak Jokowi, Jawa Tengah harus menang lebih tebal," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (4/2/2019). 

Baca Juga: TKN: Jokowi Bongkar Strategi Firehose of Falsehood, Rakyat JanganTertipu!

Jokowi sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa elektabilitasnya turun di Jawa Tengah. Ace lantas menjelaskan maksud pernyataan Jokowi. Menurut dia, pernyataan itu bukan menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi di Jateng terus menurun. 

"Pak Jokowi tidak puas hanya menang seperti pada tahun 2014. Harus lebih tebal lagi. Makanya kalau empat minggu lalu, Jateng turun 2 persen elektabilitas. Tapi sekarang naik lagi setelah semua 'gaspol' mulai bergerak di lapangan," tuturnya. 

Politikus Golkar itu mengatakan progresivitas elektabilitas Prabowo yang disampaikan BPN juga tak sesuai dengan realitas yang ada. Sebab, faktanya, strategi-strategi yang dilakukan sang rival tak berpengaruh.

"Militansi pendukung loyal Pak Jokowi tidak bisa diragukan lagi. Semua strategi BPN Prabowo-Sandi untuk ganggu Jawa Tengah gagal total. Dirikan posko di Solo hanya gertak sambal. Rakyat Jawa Tengah sudah tahu mana loyang mana besi. Kalau ada yang mendadak datang ke Jawa Tengah tanpa rekam jejak, pasti ditolak ke mana-mana," ujar Ace. 

"Lihat saja kejadian Sandi ditolak di mana-mana, mulai dari Wonogiri sampai teriakan petani garam di pasar. Ini membuktikan Jawa Tengah tidak bisa digoyahkan," imbuhnya. 

Selain itu, strategi BPN Prabowo-Sandiaga untuk menggempur suara Jokowi di Jateng juga tak membuahkan hasil. Ace juga meyakini suara Jokowi akan tetap unggul meski segala upaya dilakukan oleh sang penantang. 

"Strategi BPN Prabowo yang meninggalkan Jawa Barat masuk ke Jawa Tengah justru blunder. Karena mereka akan kehabisan energi. Jokowi justru akan menang tebal di Jawa Tengah," kata Ace. 


Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandiaga menyebut elektabilitas sang paslon di Jateng terus menanjak dibanding Jokowi, yang cenderung stagnan. Hal itu diungkapkan BPN untuk menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebut elektabilitasnya sempat menurun. 

BPN mengatakan, berdasarkan hasil survei internalnya, suara Prabowo di Jateng memang mengalami progresivitas yang cepat sekali. Bahkan BPN Prabowo telah mengatur strategi pemenangan Prabowo-Sandiaga untuk terus menggempur suara Jokowi-Ma'ruf Amin di Jateng.
(mae/tor)


Posting Komentar

0 Komentar