TKN Soal Politik Dagang Sapi : Fahri Hamzah Selalu Bela Prabowo

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berbicara politik dagang sapi dalam membela Capres Prabowo Subianto yang menyatakan negara Indonesia milik genderuwo. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai Fahri Hamzah pasti selalu membela Prabowo.

"Kalau Bung Fahri Hamzah pasti lah akan selalu membela Prabowo. Apa yang disampaikan Prabowo pasti selalu dijustifikasi oleh Bung Fahri Hamzah," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai pernyataan Prabowo tersebut lantaran banyaknya aturan yang dilanggar demi sebuah kepentingan. Fahri kemudian bicara politik dagang sapi.
"Mungkin maksud Pak Prabowo itu di negara ini banyak yang tidak jelas karena prosedur itu ditabrak dan yang efektif itu bukan prosedur dan undang-undang atau aturan, tapi malah lobi-lobi di belakang layar, proses-proses negosiasi di belakang layar dan politik dagang sapi, politik dagang kepentingan gitu. Termasuk juga dalam bisnis, akhirnya turun ke dunia bisnis," ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (7/2).

Kembali kepada Ace Hasan, dia mengatakan Prabowo salah meminjam biaya politik kepada bank. Apalagi Prabowo pernah berkata anti utang, namun kini ingin meminjam dana pada bank.

Baca Juga: TKN Tunjukkan Bukti Stanley Greenberg Tak Pernah Jadi Konsultan Jokowi

"Soal kesulitan biaya politik seperti yang disampaikan Prabowo dan menyalahkan pihak perbankan, saya kira pernyataan itu salah besar. Masa biaya politik harus pinjam ke bank. Katanya anti-utang, tapi kok pinjam ke bank," ucap Ace.

Menurut dia, pihak perbankan juga pasti memiliki kalkulasi bisnis untuk meminjamkan dana. Bila peminjamnya tidak memiliki kemampuan untuk berusaha melunasi dan bangkrut akan kesulitan modal. 

"Pihak perbankan pun pasti memiliki kalkulasi bisnis dong. Kalau pinjaman ke bank tapi yang pinjamnya tak memiliki kemampuan untuk berusaha dan usahanya bangkrut melulu, ya pasti akan kesulitan untuk modal dong. Apalagi pinjam duitnya untuk kepentingan politik yang tak ada kaitannya dengan bisnis, ya pasti ditolak dong sama perbankan," tutur Ace.

Baca Juga: TKN ke BPN: Panama-Paradise Papers Tak Cuma soal Hukum, Moral Juga

"Pendanaan politik itu seharusnya bukan dari pinjaman ke bank. Pembiayaan politik itu berasal dari partisipasi masyarakat yang mendukung terhadap kebijakan yang ditawarkan kandidat yang didukungnya," imbuh Politisi Golkar itu.

Lebih lanjut, dia merasa aneh terhadap pernyataan Prabowo itu karena dunia politik bukan bisnis yang meminjam dana pada bank. Ia pun menilai pernyataan itu bagian dari skenario firehose of falsehood.

"Kalau Prabowo merasa mendapatkan simpati masyarakat dengan program-program politik yang ditawarkannya lebih memberikan harapan yang lebih baik, bukan menawarkan pesimisme, maka masyarakat tentu akan memberikan dukungan. Bukan meminjam ke pihak perbankan. Memangnya dunia politik seperti bisnis. Politik itu bukan seperti dunia bisnis yang pendanaannya pinjam dulu ke bank. Aneh!," kata Ace.

detik.com

Posting Komentar

0 Komentar