Banyu Biru dan Guntur Romli, Anak Baru yang Bersinar di Dapil Jatim III


JAKARTA - Elektabilitas calon anggota legislatif (caleg) pendatang baru di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III mampu menyaingi para petahana. Setidaknya ada dua pendatang baru yang bersinar di dapil yang meliputi wilayah Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo ini.
Temuan survei Y-Publica menunjukkan Banyu Biru Djarot menyodok ke peringkat kedua dengan elektabilitas 7,4 persen. Sedangkan Guntur Romli dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meraih elektabilitas 4,6 persen. Kedua caleg pendatang baru tersebut hanya kalah dari caleg petahana PKB, Nihayatul Wafiroh (11,5 persen).
Banyu Biru merupakan politisi muda PDIP, putera dari Eros Djarot yang merupakan tokoh pendiri PDIP. Seperti halnya Banyu Biru, tingginya elektabilitas Guntur Romli tidak bisa dilepaskan dari pengaruh ayahnya yang berlatar belakang pesantren.
“Guntur Romli adalah putera dari KH Achmad Zaini Romli, pengasuh pondok pesantren Darul Aitam Ar-Romli,” ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran pers di Jakarta, pada Jumat (1/3).

Menurut Rudi, faktor tersebut salah satu yang membuat Guntur Romli mampu menguasai jaringan basis pemilih di kalangan Nahdliyin. Di sisi lain, dia juga populer karena sering tampil di televisi untuk mengomentari isu-isu terkini.
Hampir seluruh caleg petahana Dapil Jatim III maju kembali. Mereka adalah Nasim Khan dari PKB (4,0 persen), Hardisoesilo dari Golkar (2,6 persen), Sy Anas Thahir dari PPP (2,4 persen), Azam Azman Natawijana dari Demokrat (2,1 persen), dan Sumail Abdullah dari Gerindra (2,0 persen).
Caleg lainnya berlatar belakang anggota dewan di tingkat lokal maupun nasional. Misalnya, Eko Susilo Nurhidayat dari Gerindra (3,6 persen) dan Fadil Muzakki Syah maju dari Nasdem (3,5 persen).
Sedang caleg pendatang baru ada yang purnawirawan TNI seperti Syukran Hambali (1,9 persen) dan artis Lucky Perdana (1,8 persen). Ada pula caleg PSI seperti Inge Maria Fransisca (0,4 persen) dan Endika Wijaya (0,1 persen). Sementara itu masih ada 16,8 persen yang belum menentukan pilihan.
“Artinya, masih ada peluang bagi para caleg untuk menambah elektabilitas, sehingga masih memungkinkan terjadinya pergeseran hingga 17 April mendatang,” pungkas Rudi.
Survei Y-Publica dilakukan pada 21-30 Januari 2019 di dapil Jawa Timur III, yang mencakup Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Dalam Pileg 2019, dapil Jatim III mendapat alokasi 7 kursi. Jumlah responden sebanyak 800 orang mewakili tiap kecamatan. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan margin of error 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (dil/jpnn)

Posting Komentar

0 Komentar