Kalah Stamina Sama KH Ma’ruf, Prabowo Sakit Kebanyakan Bohong?


Saya menulis ini diawali dengan agak bersuudzon di dalam hati (#istighfar). Pertama, karena kemarin Prabowo barusan membatalkan kehadirannya dalam peringatan Isra Mi’raj di Aceh, dengan alasan teknis penjadwalan kampanye. Apa takut diminta ngaji? Benak saya nyeletuk hehehe…

Namun kemudian ada berita lagi, bahwa Prabowo tidak saja batal hadir di Aceh, melainkan beberapa wilayah di Sumatra lainnya, seperti Medan dan Pangkalpinang. Dari tribunnews.com saya mendapatkan info bahwa batalnya kehadiran Prabowo di Medan karena helikopternya belum mendapatkan izin mendarat, kata timsesnya mereka. Dari Bandara Kualanamu Medan, rencananya Prabowo akan menggunakan helikopter ke Kabupaten Langkat untuk menghadiri peringatan Isra Mi’raj. Tapi pernyataan timsesnya Prabowo ini dibantah oleh pihak Pemkot Medan. Memang izin pendaratan helikopter di Lapangan Merdeka tidak keluar karena sedang dalam perbaikan, sedangkan di Stadion Teladan juga tidak keluar izinnya karena sudah ada kegiatan di sana. Lalu Pemkot menawarkan lokasi lain dan menyatakan sama sekali mereka tidak mempersulit izin seperti yang ditudingkan oleh pihak Prabowo. Sebelumnya juga ada fitnah bahwa pesawat Prabowo batal terbang karena dihadang pesawat sukhoi, yang sudah dibantah oleh pihak TNI AU Sumber. Ini kubu demen banget ya tuding sana sini, fitnah sana sini. Kebanyakan bohong nanti kena karma atau azab loh!

Dan mungkin saja benar, bahwa Prabowo sendiri kena karma akibat sering ngomong yang nggak bener. Dilansir cnnindonesia.com, ketidakhadiran Prabowo ke Sumatra itu, versi Sandiaga, karena dia sakit. "Saya yakin Pak Prabowo biasanya hanya flu dan sedikit mengalami gangguan di tenggorokan karena banyak berbicara," kata Sandi. Sandiaga pun menambahi pernyataannya ini dengan bumbu-bumbu ngibul, seperti biasa. "Kami memahami dengan padatnya schedule beliau, dan juga dengan dari satu hari itu bisa dua tiga kota, mungkin saja kelelahan, tapi bagi kami, Pak Prabowo fisiknya sangat prima," kata dia. "Saya sudah kunjungan sebanyak 1.550 (titik) kunjungan, selama 7 bulan terakhir, dan dalam kampanye terbuka rapat umum ini 10 hari sangat intens, jadi ini memang membutuhkan fisik yang kuat," kata Sandiaga. "Saya yakin, (kampanye akbar) sudah dilapisi oleh jurkam nasional, dan seandainya saya harus melapisi beliau, saya juga siap," pungkasnya Sumber.

Ada banyak hal lucu dan koplak dalam pernyataan Sandiaga di atas. Katanya Prabowo fisiknya prima, tapi karena flu saja masak tidak bisa hadir dalam acara Isra Mi’raj di Aceh dan wilayah lainnya? Ini mencurigakan. Lagian kalau memang takut diminta ngaji atau salawatan, kan bisa memakai alasan tenggorokan lagi sakit hehehe…. Lalu klaim Sandiaga yang sering dituding ngibul gede itu lho yang dia sudah mendatangi 1.550 titik dalam 7 bulan terakhir. Bahkan seorang netizen di kolom komentar artikel cnnindonesia.com ini menggelar hitung-hitungan untuk membuktikan bahwa sekali lagi Sandiaga ber-Sandi-wara. “Sandi dlm 7 bln sebanyak 1.550 titik artinya 7 bln X 30 hr = 210 Hari 1.550 titik : 210 hr = 7~8 titik / hari Benarkah...?” tulis Efriadi Efriadi, wkwkwk….. Namun ini tidak kita bahas lebih lanjut karena fokus tulisan ini adalah Prabowo.

Oh iya, pernyataan Sandiaga tersebut juga mendapat bully-an dari para netizen. Kalau iseng mau baca-baca, ada di akun resmi CNN Indonesia.


Harusnya kalau mau apple to apple, kita membandingkan stamina kedua capres. Tapi melihat stamina Jokowi yang betul-betul super prima, saya jadi nggak tega. Presiden Jokowi itu sampai basah kuyup pun tidak jadi sakit. Ya udah, bandingkan saja dengan KH Ma’ruf Amin yang secara usia lebih tua dari Prabowo. Kiai Ma’ruf yang sudah berumur 70-an ini malah lebih prima menjalankan kampanye ke mana-mana.

(cnnindonesia.com)

Misal pada hari Kamis kemarin, Kiai Ma’ruf berkampanye di daerah Garut. Cuaca kemarin sangat tidak bersahabat, kampanye Kiai Ma’ruf berlangsung di bawah guyuran hujan. Walaupun beliau berada di atas panggung, tetap saja kena tempias hujan kan? Baik-baik aja tuh Sumber.

Lah ini yang mantan jenderal, yang menyebut dirinya Macan Asia, yang suka petantang petenteng, suka ngomelin orang, “lebih TNI dari TNI”, kok kalah sih staminanya sama Kiai Ma’ruf? Mau ketawa tapi takut tosaaaa…! Hihihi…

Saya pun mengambil kesimpulan, mungkin karena Prabowo ini kerap melontarkan hoaks dan fitnah lewat mulutnya, makanya jadi sakit. Sementara orang-orang baik yang dalam berkampanye juga menjaga kata-kata agar tetap beradab dan beretika, mereka diberikan berkah kesehatan yang maksimal oleh Yang Maha Kuasa. Mungkin juga karena niatnya berkuasa berbeda-beda. Yang sakit ini bisa jadi niatnya jadi penguasa hanya untuk berkuasa dan menguasai. Sementara yang baik dan sehat ini kan niatnya jadi pemimpin negeri ini untuk membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat tanah air tercinta ini. Selamat Hari Jumat! Yang sakit ijin nggak jumatan dulu? Demikian kura-kura, #JokowiLagi


(Sekian)[seword.com]

0 Comments