TKN Beberkan Manuver Kubu 02 Bangun Framing Curang demi Delegitimasi Pemilu


Jokowi-Ma'ruf Amin (Rengga Sancaya/detikcom)

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amien menyebut kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah bermanuver untuk mendelegitimasi hasil pemilu. Ada beberapa cara yang dituding dilakukan kubu 02 itu, termasuk serangan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais ke KPU.

"Ada yang menarik dari manuver kubu 02 akhir-akhir ini, yakni bangun framing pemilu akan curang. Framing ini bagian dari skenario besar delegitimasi hasil pemilu. Bahkan Amien Rais sudah mengancam people power jika mereka kalah," ujar jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Ace merinci sejumlah hal yang disebutnya sebagai framing oleh kubu Prabowo-Sandiaga. Dari penyebaran fitnah aparat tidak netral hingga isu 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

"Menyebar fitnah penyelenggara pemilu dibayar. Membangun konstruksi cerita kertas suara siluman tercoblos berkontainer-kontainer. Menebar fitnah adanya pemilih siluman, baik WNA memilih atau mendramatisasi penemuan e-KTP bekas," kata Ace.

Menurut politikus Golkar ini, manuver dilakukan pihak Prabowo karena elektabilitas Jokowi sudah jauh di atas. Ancaman yang ditebar Amien Rais dianggap Ace sebagai persiapan skenario atas upaya yang akan dilakukan kubu 02.

"Upaya menebar fitnah ini sengaja dilakukan karena melihat dari hasil survei sangat sulit bagi kubu 02 mengejar ketertinggalan elektabiltas. Maka disiapkan skenario pemilu curang dan ancaman people power," sebut Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

Ace Hasan (dok. pribadi)

Ace pun menyinggung pernyataan sang petahana mengenai pemilu yang seharusnya disambut gembira. Ia juga menyinggung soal tudingan Habib Rizieq yang menyebut beberapa ketua TPS di Arab Saudi diminta memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Sikap Pak Jokowi sudah jelas bahwa pemilu harus disambut dengan riang gembira tapi bermartabat. Jangan sampai untuk kepentingan politik sesaat, justru dilakukan dengan menebar fitnah. Apalagi provokasi dan fitnah itu ditebar dari Tanah Suci," tegas Ace.

Seperti diketahui, Amien Rais beberapa kali menyinggung soal kecurangan pemilu. Ia menyindir soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) abal-abal hingga menuding KPU sebagai bentukan politik petahana.

"Kalau menurut logika saya, from day one, sejak hari pertama itu tugas dari KPU yang terutama ini merupakan political creature atau bentukan politik dari petahana ini yang memikul beban, supaya apa? Supaya petahana bisa re-elected," ungkap Amien Rais.

Amien, yang juga tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga sempat mengancam akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan. Ia berbicara soal people power.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).(elz/tor)[detik.com]

0 Comments